VIDEO PEMBELAJARAN SEJARAH, KLIK LAMAN INI!

VIDEO PEMBELAJARAN SEJARAH, KLIK LAMAN INI!
kumpulan video pembelajaran sejarah yang terus akan bertambah setiap hari
Kamis, 17 Januari 2019

Sejarah Kekaisaran di Romawi

Sarisejarah.com - Sejarah Kekaisaran di Romawi

Kekaisaran Romawi (Latin: IMPERIVM ROMANVM atau Imperium Romanum) adalah sebuah entitas politik yang pernah berkuasa di Italia saat ini dengan Roma sebagai pusat pemerintahannya. Walaupun kota Roma telah berdiri sejak tahun 753 SM, perlu waktu 500 tahun bagi pemerintah Romawi untuk meneguhkan kekuasaannya hingga melewati semenanjung Italia.

Dalam proses memperluas kekuasaannya, Romawi berbenturan dengan Kartago (pemerintahan yang didirikan tahun 814 SM oleh bangsa Fenisia). Akibatnya, keduanya berperang dalam sebuah peperangan yang disebut Perang Punic (264-241 SM). Perang ini berakhir dengan direbutnya kota Kartago oleh Romawi pada tahun 146 SM, yang menandai permulaan dari dominasi pemerintahan Romawi di Eropa, yang terus berkuasa dengan kekuasaan tertinggi selama enam abad berikutnya.


BACA JUGA: RAPAT RAKSASA DI LAPANGAN IKADA, BUKTI CINTA RAKYAT TERHADAP KEMERDEKAAN

Kelahiran Kekaisaran Romawi (30 SM)
etelah Julius Caesar tewas, ia digantikan oleh kemenakannya yang bernama Octavianus. Namun bukan hanya jabatan besar, masalah-masalah besar pun turut diwariskan sang paman, selain mendapat banyak perlawanan dari saingan-saingannya, Octavianus juga harus membongkar skandal pembunuhan caesar yang dilakukan oleh sebuah sindikat persekongkolan yang dipimpin Gaius Cassius dan Markus Yunius Brutus. Oleh karenanya, ia sepakat untuk memimpin sebuah Triumvirat (sebuah dewan pemerintahan yang terdiri atas tiga serangkai) bersama-sama Marcus Lepidus (?-13 SM) dan Marcus Antonius (83-30 SM).

Namun sekali lagi, pemerintahan Triumvirat ini tidak cukup berhasil, sehingga menimbulkan banyak masalah termasuk kisah percintaan Markus Antonius dengan ratu mesir Cleopatra di kemudian hari. Cleopatra sendiri adalah pemimpin terakhir dari dinasti terakhir mesir (ptolemy), seorang ratu yang pada masa sebelumnya juga pernah memiliki skandal percintaan dengan Caesar. Kita tinggalkan dulu Cleopatra, setelah para pembunuh Julius Caesar berhasil ditangkap dan dihancurkan, Triumvirat sepakat untuk membagi kekuasaan secara geografis, dengan Octavianus di Eropa, Lepidus di Afrika dan Antonius di Mesir.

Di Mesir, Markus Antonius mengawali pemerintahannya di kota kosmopolitan Alexandria, disanalah ia bertemu Cleopatra (69-30 SM) yang kemudian ia nikahi (walau besar kemungkinan keduanya pernah bertemu di saat Caesar masih hidup). Perlahan tapi pasti, sahabat seperjuangan Julius Caesar ini mulai berpindah pihak. Ia menetapkan ketiga anaknya sebagai penggantinya dan sering kali ia menghadiahi istrinya dengan benda-benda yang mahal, bahkan timbul kabar angin bahwa ia akan menghadiahkan kota Roma (yang dikuasai Octavianus) kepada Cleopatra, sebagai hadiah.

Ketika kabar angin itu merebak dan terdengar oleh Octavianus, ia menjadi berang dan mendeklarasikan perang melawan Anthony. Kedua belah pihak berhadapan muka di Pertempuran Actium Pada tahun 31 SM. Pada pertempuran itu, pasukan Anthony berhasil di desak dan di kalahkan (Anthony dan Cleopatra kemudian mengakhiri hidup mereka dengan bunuh diri pada tahun 30 SM). Octavianus mendeklarasikan dirinya sebagai kaisar romawi dengan berbagai gelar baru, termasuk Imperator dan Kaisar Augustus (Augustus Caesar). Dengan pendeklarasian ini, maka Kekaisaran Romawi, puncak dari dominasi politik yang dibangun selama 7 abad, resmi berdiri. Tepatnya tahun 27 SM.

Tahun empat kaisar (69 Masehi)
Setelah Kaisar Nero meninggal karena bunuh diri pada tahun 68, meletuslah suatu perang saudara di Kekaisaran Romawi (perang saudara pertama sejak kematian Antonius pada tahun 30 SM), masa yang dikenal juga dengan sebutan Tahun empat Kaisar (Year of the four emperors). Antara bulan Juni 68 hingga bulan Desember 69, Kaisar Romawi berganti hingga 3 kali dalam satu tahun (Nero digantikan Galba, Galba digantikan Otho, Otho digantikan Vitellius, Vitellius digantikan Vespasian, penguasa pertama dari dinasti Flavian). Periode perang saudara ini sendiri dianggap menjadi awal catatan hitam dalam sejarah Kekaisaran Romawi, karena akibat yang ditimbulkannya berimplikasi besar pada kestabilan politik dan militer Roma saat itu.

Krisis Pada Abad ke-3 (253 - 284)
Setelah Augustus mendeklarasikan berakhirnya perang saudara pada abad ke-1 Sebelum Masehi, Kekaisaran Romawi mengalami periode dimana perluasan daerah, kedamaian, dan kemakmurah ekonomi terasa diseluruh penjuru Kekaisaran (Pax Romana). Namun pada abad ke-tiga, Kekaisaran dihadapkan pada sebuah krisis dimana serangan bangsa bar-bar, perang saudara, dan hiperinflasi terjadi dalam waktu yang bersamaan dan terus menerus, yang hampir menyebabkan runtuhnya Kekaisaran Romawi.

Kekacauan ini sala satunya disebabkan karena tidak adanya suatu sistem yang jelas yang mengatur tentang pergantian kekuasaan (succesion) sejak Augustus meninggal tanpa menunjuk penerus Kekaisaran (normalnya, kekuasaan akan diserahkan kepada anak sang kaisar, namun saat itu Augustus tidak memiliki anak). Hal ini menyebabkan kekacauan saat pergantian kekaisaran pada abad ke-1 dan ke-2, namun biasanya kekacauan yang terjadi tidak berlangsung lama.

Pada abad ke-3 ini, puncak kekaisaran dipimpin sekurang-kurangnya 25 Kaisar antara tahun 235 - 284 (biasa disebut Kaisar-Militer (Soldier-Emperor). Kebanyakan dari 25 kaisar ini tewas dibunuh atau terbunuh dalam konflik abad ke-3 ini. periode ini dianggap berakhir setelah Diokletianus berkuasa.


Selasa, 15 Januari 2019

Rapat Raksasa di Lapangan IKADA, bukti Rakyat Indonesia Cinta Kemerdekaan

sarisejarah.com - Rapat Raksasa di Lapangan IKADA, bukti Rakyat Indonesia Cinta Kemerdekaan

Ada sebuah pernyataan Bung Karno yang sangat terkenal, yaitu :
"KAMI CINTA PERDAMAIAN, TETAPI LEBIH CINTA KEMERDEKAAN"

Pernyataan ini jika diinterpretasi secara mendalam, menunjukkan kesiapan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari ancaman bangsa lain. Sebagaimana diketahui, bahwa bangsa Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia terjadi akibat kekosongan kekuasaan (vacum of power).

Kekosongan kekuasaan tersebut terjadi karena Jepang telah kalah dari sekutu dalam perang dunia kedua, sedangkan sekutu belum datang untuk mengambil alih kekuasaan dari jepang. Oleh sebab itu, dapat dipahami bahwa selama sekutu belum datang ke Indonesia, berdasarkan perjanjian antara sekutu dengan Jepang, maka Jepang diharapkan menjaga 'status quo' bangsa Indonesia sampai sekutu datang. Tugas inilah yang menyebabkan seringkali terjadi insiden antara rakyat dengan tentara Jepang.

Terdapat sebuah indikasi yang tersebar di kalangan pejuang bangsa Indonesia pasca proklamasi bahwa Sekutu tak lama lagi akan datang untuk mengambil alih kekuasaan dari Jepang. Menyadari hal tersebut maka komite van aksi mempelopori rapat raksasa di lapangan IKADA untuk menegaskan kedaulatan bangsa Indonesia sekaligus menolak kedatangan sekutu. terkait hal ini, berikut penjelasan lengkap tetnang peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada yang bersumber dari sebuah blog sejarah kita.

Baca Juga KRONOLOGI PERISTIWA SEPUTAR KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA

RAPAT RAKSASA IKADA
SARISEJARAH.COM

Rapat Raksasa Lapangan Ikada terjadi pada 19 September 1945, saat Soekarno memberikan pidato singkat di hadapan ribuan rakyat di Lapangan Ikada dalam rangka memperingati 1 bulan proklamasi kemerdekaan. Di berbagai tempat, masyarakat dengan dipelopori para pemuda menyelenggarakan rapat dan demonstrasi untuk membulatkan tekad menyambut kemerdekaan. Di Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) Jakarta pada tanggal 19 September 1945 dilaksanakan rapat umum yang dipelopori Komite Van Aksi. Lapangan Ikada sekarang ini terletak di sebelah selatan Lapangan Monas.



Kegiatan rakyat seperti ini menarik perhatian pihak Jepang dan khawatir akan menimbulkan hal-hal yang berlawanan dengan dengan ketentuan penguasa Jepang sesuai instruksi sekutu Maka pada tanggal 14 September 1945 dikeluarkan larangan untuk berkumpul lebih dari 5 orang. Ditambah larangan untuk melakukan kegiatan-kegiatan provokasi yang memunculkan demonstrasi melawan penguasa Jepang. Padahal saat itu sedang dipersiapkan sebuah rapat yang lebih besar dan sudah bersifat rapat raksasa yaitu Rapat Raksasa Ikada. Ide pertama rencana tersebut, datangnya dari para pemuda dan mahasiswa dalam organisasi Commite van Actie yang bermarkas di Menteng 31 Jakarta untuk mengadakan peringatan 1 bulan Proklamasi pada tanggal 17 September 1945. Gagasan ini didukung oleh Pak Wirjo selaku walikota Jakarta Raya dan ketua KNI Jakarta Raya, Mr Mohammad Roem. Maka dengan serentak Pemuda-Mahasiswa menyelenggarakan persiapan teknis berbentuk panitia. Lebih lanjut kemudian mereka mengkomunikasikan rencana tersebut pada pimpinan rakyat tingkat kecamatan (saat itu bernama Jepang, Siku) maupun kelurahan. Akibatnya berita ini menyebar amat luas sampai keluar Jakarta. Tapi rencana ini tidak dapat segera terlaksana karena Pemerintah Pusat menolak menyetujuinya dengan pertimbangan kemungkinan terjadinya bentrokan fisik dengan tentara Jepang yang masih berkuasa yang seperti dikatakan diatas, sudah befungsi sebagai alat sekutu. Melihat situasi ini pihak panitia kemudian memundurkan acara menjadi tanggal 19 September 1945 dengan harapan Pemerintah mau menyetujuinya Menurut Pemuda-Mahasiswa Rapat Raksasa ini amat penting. Karena meskipun gaung Kemerdekaan sudah menyebar kemana-mana sejak Proklamasi, namun rakyat belum melihat terjadinya perubahan-perubahan nyata ditanah air. Misalnya hak dan tanggung jawab Pemerintah belum nampak dalam aktifitas kenegaraan sehari-hari, apalagi kalau dikaitkan dengan amanat Proklamasi. Maka Rapat Rksasa amat perlu untuk menggambarkan bahwa NKRI memiliki legitimasi sosial-politik dengan cara mempertemukan langsung rakyat dan pemerintah.. Dan dalam kesempatan ini diharapkan rakyat mendukung Pemerintah RI yang merdeka dan berdaulat. Mungkin Presidenpun akan memberikan komando-komandonya. Dalam perkembangan selanjutnya meskipun telah diadakan pertemuan antara panitia dan Pemerintah tetap tidak dicapai kata sepakat. Ahirnya pada tanggal 19 September 1945 tiba juga. Sejak pagi hari rakyat yang sudah yakin akan diadakan rapat raksasa tersebut sejak subuh pagi hari berduyun-duyun mendatangi lapangan ikada dan berkumpul membentuk kesatuan massa yang amat besar. Untuk menenangkan massa rakyat ini, pihak Pemuda-Mahasiswa mengajak bernyanyi. Atas usaha panitia, telah siap sistim pengeras suara yang cukup memadai, ambulance kalau-kalau diperlukan ada yang membutuhka pertolongan medis, dokumentasi yang dilaksanakan oleh juru foto dari kelompok ikatan jurnailistik profesional maupun amatir serta camera man Berita Film Indonesia (BFI). Pihak penguasa Jepang yang melihat derasnya arus rakyat yang menuju Ikada dan telah berkumpulnya massa yang besar, memanggil para penaggung jawab daerah Jakarta. Pak Wiryo dan Mr Roem mendatangi kantor Kempetai dan berusaha menjelaskan maksud dan tujuan dari berkumpulnya rakyat di Ikada dan mengatakan gerakan spontan ini hanya bisa diatasi oleh satu orang yaitu Presiden Soekarno sendiri. Tapi pihak Jepang tidak mau mengambil resiko dan mengirim satuan tentara yang dilengkapi kendaraan lapis baja. Penjagaan segera dilaksanakan oleh pasukan bersenjata dengan sangkur terhunus dilengkapi peluru tajam. Sementara kabinet Pemerintah RI tetap menolak. Bahkan ada berita kalau Presiden dan kabinetnya kalau perlu akan bubar. Mahasiswa segera mengambil inisiatip. Mereka mendatangi Presiden Soekarno pagi subuh tanggal 19 September 1945. Dijelaskan bahhwa Jepang tidak mungkin akan bertindak keras karena sesuai dengan tugas`sekutu, amat berbahaya bagi keselamatan kaum interniran. Selain itu tentara Jepang akibat kalah perang telah kehilangan semanngat. Nampaknya Presiden mau diajak kompromi dan berjanji akan membicarakannya dalam rapat kabinet pagi hari.


Makna rapat raksasa di Lapangan Ikada antara lain sebagai berikut:

Rapat tersebut berhasil mempertemukan pemerintah Republik Indonesia dengan rakyatnya.
Rapat tersebut merupakan perwujudan kewibawaan pemerintah Republik Indonesia terhadap rakyat.
Menanamkan kepercayaan diri bahwa rakyat Indonesia mampu mengubah nasib dengan kekuatan sendiri.
Rakyat mendukung pemerintah yang baru terbentuk. Buktinya, setiap instruksi pimpinan mereka laksanakan.

Kronologi Peristiwa Seputar Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Muhammad Rifai Fajrin

Sarisejarah.com - Kronologi Peristiwa Seputar Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Kemerdekaan bangsa Indonesia tidak diperoleh secara mudah, melainkan melalui proses yang sangat panjang. Kemerdekaan yang diperoleh bangsa Indonesia tidak lepas dari situasi politik dunia dimana saat itu meletus perang dunia yang kedua. Kekalahan Jepang di berbagai medan pertempuran menyebabkan mereka - yang saat itu menjajah bangsa Indonesia - kembali mengulang janji mereka untuk memberikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Sehingga tahun 1944 sampai dengan tahun 1945 merupakan masa-masa paling krusial bagi kemerdekaan bangsa Indonesia.
Bagaimanakah kronologi peristiwa kemerdekaan bangsa Indonesia? Berikut kronologi selengkapnya.
proklamasi kemerdekaan

baca juga: AMANAT BUNG KARNO 3 OKTOBER 1965
  1. Februari 1944: Jepang semakin terdesak di perang dunia kedua
  2. 7 September 1944: Jepang memberikan janji kemerdekaan bagi bangsa Indonesia yang disampaikan dalam sidang parlemen Jepang. Perdana Menteri Kaiso menjanjikan akan memberikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia dan lepas dari belenggu penjajah barat
  3. Mei 1945: Dibentuk Badan Penyelidik Upaya Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau dokuritsu jumbi coosakai. Tujuan pembentukan BPUPKI adalah untuk mempersiapkan atau merumuskan dasar negara. BPUPKI berupaya menyelidiki hal hal yang diperlukan untuk pembentukan sebuah negara yang merdeka. BPUPKI diketuai oleh Dr. Radjiman Wediodiningrat. Sebagai wakil adalah RP. Soeroso, dan beranggotakan 60 orang, termasuk  diantaranya adalah orang Jepang.
  4. 29 Mei- 1Juni 1945: BPUPKI melakukan sidang pertama yang membahas rumusan dasar negara. Tiga orang yang menyampaikan usulan tentang dasar negara antara lain Muh Yamin, Soepomo, dan Soekarno. Dalam sidang tersebut, Soekarno mencetuskan pancasila sebagai usulannya.
  5. BPUPKI membentuk panitia kecil yang disebut sebagai panitia sembilan yang bertugas menyelesaikan rumusan dasar negara dan asas kemerdekaan. 
  6. 29 Juni 1945: panitia sembilan menyusun piagam jakarta. Pada penyusunan ini terdapat satu peristiwa yang terkenal yaitu penghapusan tujuh kata dalam sila pertama, yang semula berbunyi, "ketuhanan yang maha Esa dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya", dihapus menjadi hanya, "Ketuhanan yang Maha Esa".
  7. 14 Juli 1945: Soekarno mengusulkan rancangan dasar hukum menjadi tiga bagian, yaitu Peernyataan Indonesia merdeka, pembukaan UUD, batang tubuh UUD. Setelah menerima dasar hukum tersebut, BPUPKI dibubarkan.
  8. 6 Agustus 1945: bom hiroshima yang melumpuhkan kekuatan Jepang pada perang dunia II
  9. 7 Agustus 1945: BPUPKI resmi dibubarkan dan dibentuk PPKI (panitia persiapan kemerdekaan Indonesia) atau dokuritsu junbi inkai, anggotanya berjumlah 21 orang yang diketuai oleh Ir Soekarno dan wakilnya adalah Moh Hatta. 
  10. 9 Agustus 1945: PPKI ditetapkan
  11. 9 Agustus 1945; peristiwa bom Nagasaki di Jepang. Secara de facto, bom ini telah mengakhiri perang dunia kedua, sekaligus menjadikan bangsa Indonesia mengalami vacum of power atau kekosongan kekuasaan. 
  12. 9 Agustus 1945: pemanggilan tokoh tokoh bangsa ke Dalath Vietnam untuk bertemu dengan Marsekal Terauchi. Tokoh tokoh tersebut antara lain Radjiman, Soekarno, Hatta dan tokoh tokoh lain
  13. 10 Agustus 1945: berita tentang kekalahan Jepang didengar oleh kelompok Sutan Sjahrir yang diperoleh dari radio BBC tentang kemungkinan Jepang menyerah kepada Sekutu.
  14. Para tokoh bangsa di Vietnam, mendapatkan keputusan bahwa Indonesia akan diberikan kemerdekaan pada tanggal 24 Agustus 1945. Mereka mengabarkan kepada para pejuang bangsa sekembalinya dari Vietnam.
  15. 14 Agustus 1945; Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu.
  16. 15 Agustus 1945: Golongan tua dan golongan muda mengalami perdebatan tentang persepsi kemerdekaan. Golongan tua menghendaki supaya tetap sesuai dengan skenario pemberian kemerdekaan oleh Jepang, sedangkan golongan muda menghendaki segera proklamasi karena Indonesia sedang mengalami kekosongan kekuasaan.
  17. 16 Agustus 1945 subuh: peristiwa Rengasdengklok, yaitu 'penculikan' Soekarno dan Hatta ke sebuah daerah di Rengasdengklok supaya mereka berdua terhindar dari pengaruh Jepang dan bersedia memproklamasikan kemerdekaan. Atas jaminan dari Ahmad Soebardjo, pemuda bersedia melepaskan Soekarno-Hatta, asalkan segera menyusun naskah proklamasi. Soebardjo sendiri memberikan jaminan bahwa proklamasi akan dilaksanakan selambat lambatnya tanggal 17 Agustus 1945.
  18. 16 Agustus 1945 malam: perumusan naskah teks Proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia. Para penyusun antara lain Ahmad Soebardjo, Soekarno, dan Moh Hatta di rumah Laksamana Maeda.
  19. 17 Agustus 1945: bangsa Indonesia melaksanakan proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia di Jl, Pegangsaan Timur no 56 Jakarta.
Demikian ulasan singkat tentang kronologi peristiwa seputar proklamasi semoga memberikan manfaat bagi pembaca. 
Kamis, 27 Desember 2018

Amanat Bung Karno 3 Oktober 1965


AMANAT P.J.M. PRESIDEN / PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN BESAR REVOLUSI BUNG KARNO JANG DIUTJAPKAN MELALUI RRI PADA TGL.3 OKTOBER 1965 DJAM 01.30. 

phidato.blogspot.com

AMANAT P.J.M. PRESIDEN / PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN BESAR REVOLUSI BUNG KARNO JANG DIUTJAPKAN MELALUI RRI PADA TGL.3 OKTOBER 1965 DJAM 01.30. 

Saudara-Saudara sekalian. Mengulangi perintah saja sebagai Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Bersendjata/Pemimpin Besar Revolusi jang telah diumumkan pada tanggal 1 Oktober ’65, dan untuk menghilangkan semua keragu-raguan dalam kalangan rakjat, maka dengan ini saja sekali lagi menyatakan bahwa saja berada dalam keadaan sehat wal’afiat dan tetap memegang tampuk pimpinan Negara dan tampuk pimpinan Pemerintahan dan Revolusi Indonesia. Pada hari ini tanggal 2 Oktober ’65 saja telah memanggil semua Panglima Angkatan Bersendjata bersama wakil Perdana Menteri kedua Dr. Leimena dan para pejabat penting lainnya dengan maksud untuk segera menyelesaikan persoalan apa yang disebut peristiwa 30 September. Untuk dapat menyelesaikan persoalan ini saja telah perintahkan supaja segera ditjiptakan satu suasana yang tenang dan tertib, dan untuk itu perlu dihindarkan segala kemungkinan bentrokan dengan sendjata. Dalam tingkatan perdjoangan Bangsa lndonesia sekarang ini, saja perintahkan kepada seluruh rakyat untuk tetap mempertinggi kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam rangka meningkatkan pelaksanaan Dwikora. Kepada seluruh Rakjat lndonesia saja serukan untuk tinggal tetap tenang dan kepada semua menteri dan petugas- petugas negara lainnja untuk tetap mendjalankan tugasnya masing-masing seperti sediakala. Pimpinan Angkatan Darat pada dewasa ini berada langsung dalam tangan saja dan untuk menyelesaikan tugas sehari-hari dalam Angkatan Darat sementara saja tundjuk Maj. Djen. Pranoto Reksosamodra, Ass keIII Men/ PANGAD. Untuk melaksanakan pemulihan keamanan dan ketertiban jang bersangkutan dengan peristiwa 30 September tersebut telah saja tundjuk Maj.Djen. Suharto, Panglima Kostrad sesuai dengan kebidjaksanaan jang telah saja gariskan. Saudara-saudara sekalian. Marilah kita tetap membina semangat persatuan dan kesatuan Bangsa; marilah kita tetap menggelorakan semangat anti nekolim. Tuhan bersama dengan kita semua

Koleksi: Perpustakaan Nasional RI, 2006

BACA JUGA: Transkrip Lengkap Pidato Bung Tomo dalam Peristiwa 10 November 1945

Transkrip Lengkap Pidato Bung Tomo dalam Peristiwa 10 November 1945

Inilah transkrip pidato Bung Tomo di radio Pemberontak Surabaya jelang 10 November 1945, yang membangkitkan semangat jihad itu:


phidato.blogspot.com


BACA JUGANaskah Pidato Lengkap Bung Karno saat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945


Transkrip Lengkap Pidato Bung Tomo 
dalam Peristiwa 10 November 1945

Bismillahirrahmanirrahim …
Merdeka !!!

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia, terutama, saudara-saudara penduduk kota Surabaya. Kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua. Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan, menyerahkan senjata-senjata yang kita rebut dari tentara Jepang.

Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan. Mereka telah minta supaya kita semua datang kepada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda menyerah kepada mereka.

Saudara-saudara, didalam pertempuran-pertempuran yang lampau, kita sekalian telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya, pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku, pemuda-pemuda yang berasal dari Sulawesi, pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali, pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan, pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera, pemuda Aceh, pemuda Tapanuli & seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini, didalam pasukan-pasukan mereka masing-masing dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung, telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol, telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana.

Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu, saudara-saudara dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini, maka kita tunduk untuk menghentikan pertempuran. Tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri, dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya.

Saudara-saudara, kita semuanya, kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini. Dan kalau pimpinan tentara Inggris yang ada di Surabaya ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia, ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini. Dengarkanlah ini hai tentara Inggris, ini jawaban rakyat Surabaya, ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian.

Hai tentara Inggris !

Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih takluk kepadamu, menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu, kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang kita rampas dari Jepang untuk diserahkan kepadamu.

Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekalian akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan seluruh kekuatan yang ada. Tetapi inilah jawaban kita: Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah & putih, maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga!

Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah keadaan genting tetapi saya peringatkan sekali lagi, jangan mulai menembak, baru kalau kita ditembak, maka kita akan ganti menyerang mereka itu.

Kita tunjukkan bahwa kita adalah benar-benar orang yang ingin merdeka. Dan untuk kita, saudara-saudara, lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap: MERDEKA atau MATI.

Dan kita yakin, saudara-saudara, pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita sebab Allah selalu berada di pihak yang benar, percayalah saudara-saudara, Tuhan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar..!

Allahu Akbar..!

Allahu Akbar…!

MERDEKA!!! 

Naskah Pidato Lengkap Bung Karno saat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945

Berikut adalah naskah pidato lengkap dan pembacaan naskah Proklamasi oleh Presiden Soekarno yang didampingi Wapres Mohammad Hatta pada 17 Agustus 1945.

phidato.blogspot.com


Saudara-saudara sekalian!

Saya telah minta saudara-saudara hadir disini untuk menyaksikan satu peristiwa maha-penting dalam sejarah kita.

Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjoang, untuk kemerdekaan tanah air kita bahkan telah beratus-ratus tahun!

Gelombang aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya dan ada turunnya, tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita.

Juga di dalam jaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti-hentinya.

Di dalam jaman Jepang ini, tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka, tetapi pada hakekatnya, tetap kita menyusun tenaga sendiri, tetapi kita percaya kepada kekuatan sendiri.

Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil sikap nasib bangsa dan nasib tanah air kita di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri akan dapat berdiri dengan kuatnya.

Maka kami, tadi malah telah mengadakan musyawarat dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia dari seluruh Indonesia. Permusyawaratan itu seia sekata berpendapat bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.

Saudara-saudara!

Dengan ini kami menyatakan kebulatan tekad itu. Dengarkanlah proklamasi kami:

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Jakarta, 17 Agustus 1945
Atas Nama Bangsa Indonesia


Soekarno-Hatta

phidato.blogspot.com
Jumat, 23 November 2018

BAGAIMANA SEJARAH TERBENTUKNYA KOTA JAKARTA?


Jakarta bermula dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitar 500 tahun silam. Selama berabad-abad kemudian kota bandar ini berkembang menjadi pusat perdagangan internasional yang ramai. Pengetahuan awal mengenai Jakarta terkumpul sedikit melalui berbagai prasasti yang ditemukan di kawasan bandar tersebut. Keterangan mengenai kota Jakarta sampai dengan awal kedatangan para penjelajah Eropa dapat dikatakan sangat sedikit.

Laporan para penulis Eropa abad ke-16 menyebutkan sebuah kota bernama Kalapa, yang tampaknya menjadi bandar utama bagi sebuah kerajaan Hindu bernama Sunda, beribukota Pajajaran, terletak sekitar 40 kilometer di pedalaman, dekat dengan kota Bogor sekarang. Bangsa Portugis merupakan rombongan besar orang-orang Eropa pertama yang datang ke bandar Kalapa. Kota ini kemudian diserang oleh seorang muda usia, bernama Fatahillah, dari sebuah kerajaan yang berdekatan dengan Kalapa. Fatahillah mengubah nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527. Tanggal inilah yang kini diperingati sebagai hari lahir kota Jakarta. Orang-orang Belanda datang pada akhir abad ke-16 dan kemudian menguasai Jayakarta.

Nama Jayakarta diganti menjadi Batavia. Keadaan alam Batavia yang berawa-rawa mirip dengan negeri Belanda, tanah air mereka. Mereka pun membangun kanal-kanal untuk melindungi Batavia dari ancaman banjir. Kegiatan pemerintahan kota dipusatkan di sekitar lapangan yang terletak sekitar 500 meter dari bandar. Mereka membangun balai kota yang anggun, yang merupakan kedudukan pusat pemerintahan kota Batavia. Lama-kelamaan kota Batavia berkembang ke arah selatan. Pertumbuhan yang pesat mengakibatkan keadaan lilngkungan cepat rusak, sehingga memaksa penguasa Belanda memindahkan pusat kegiatan pemerintahan ke kawasan yang lebih tinggi letaknya. Wilayah ini dinamakan Weltevreden. Semangat nasionalisme Indonesia di canangkan oleh para mahasiswa di Batavia pada awal abad ke-20.

BACA JUGA: 



Sebuah keputusan bersejarah yang dicetuskan pada tahun 1928 yaitu itu Sumpah Pemuda berisi tiga buah butir pernyataan , yaitu bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan : Indonesia. Selama masa pendudukan Jepang (1942-1945), nama Batavia diubah lagi menjadi Jakarta. Pada tanggal 17 Agustus 1945 Ir. Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta dan Sang Saka Merah Putih untuk pertama kalinya dikibarkan. Kedaulatan Indonesia secara resmi diakui pada tahun 1949. Pada saat itu juga Indonesia menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada tahun 1966, Jakarta memperoleh nama resmi Ibukota Republik Indonesia. Hal ini mendorong laju pembangunan gedung-gedung perkantoran pemerintah dan kedutaan negara sahabat. Perkembangan yang cepat memerlukan sebuah rencana induk untuk mengatur pertumbuhan kota Jakarta. Sejak tahun 1966, Jakarta berkembang dengan mantap menjadi sebuah metropolitan modern. Kekayaan budaya berikut pertumbuhannya yang dinamis merupakan sumbangan penting bagi Jakarta menjadi salah satu metropolitan terkemuka pada abad ke-21.

Abad ke-14 bernama Sunda Kelapa sebagai pelabuhan Kerajaan Pajajaran.
22 Juni 1527 oleh Fatahilah, diganti nama menjadi Jayakarta (tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi kota Jakarta keputusan DPR kota sementara No. 6/D/K/1956).
4 Maret 1621 oleh Belanda untuk pertama kali bentuk pemerintah kota bernama Stad Batavia.
1 April 1905 berubah nama menjadi 'Gemeente Batavia'.
8 Januari 1935 berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia.

8 Agustus 1942 oleh Jepang diubah namanya menjadi Jakarta Toko Betsu Shi.
September 1945 pemerintah kota Jakarta diberi nama Pemerintah Nasional Kota Jakarta.
20 Februari 1950 dalam masa Pemerintahan. Pre Federal berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia.
24 Maret 1950 diganti menjadi Kota Praj'a Jakarta.
18 Januari 1958 kedudukan Jakarta sebagai Daerah swatantra dinamakan Kota Praja Djakarta Raya.
Tahun 1961 dengan PP No. 2 tahun 1961 jo UU No. 2 PNPS 1961 dibentuk Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya.
31 Agustus 1964 dengan UU No. 10 tahun 1964 dinyatakan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya tetap sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia dengan nama Jakarta.
Tahun1999, melalaui uu no 34 tahun 1999 tentang pemerintah provinsi daerah khusus ibukota negara republik Indonesia Jakarta, sebutan pemerintah daerah berubah menjadi pemerintah provinsi dki Jakarta, dengan otoniminya tetap berada ditingkat provinsi dan bukan pada wilyah kota, selain itu wiolyah dki Jakarta dibagi menjadi 6 ( 5 wilayah kotamadya dan satu kabupaten administrative kepulauan seribu)

DESTINASI WISATA SEJARAH TERBAIK DI MAKASSAR

Makasar, ibukota propinsi Sulawesi Selatan, memiliki banyak sekali objek wisata kota yang berupa bangunan dan tempat bersejarah maupun pantai-pantai indah yang dapat anda nikmati. Kota seluas 175,77 km² ini berpenduduk kurang lebih 1,25 juta jiwa dan terbagi menjadi 5 kecamatan, yaitu Makasar, Pinang Ranti, Halim Perdanakusuma, Cipinang Melayu, and Kebon Pala. Di kota ini hidup antara lain suku Makassar, Bugis, Toraja dan Mandar serta suku- suku pendatang dengan suku bangsa Tionghoa sebgai komunitas pendatang terbesar.

Dimulai dari tepi laut, Pantai Losari adalah sebuah pantai yang amat terkenal dan menjadi kebanggaan masyarakat Makassar. Pantai ini menawarkan pemandangan senja dan sunset yang sangat indah. Di kawasan Losari banyak toko emas dan souvenir yang terletak di Jalan Somba Opu. Hotel-hotel ternama juga berada di sekitar kawasan Pantai Losari. Selain Pantai Losari, anda juga bisa menikmati fasilitas pemandian alam dan olah raga air di Pantai Barombong. Pantai ini terkenal karena keunikannya sebagai pantai berpasir hitam.

Di Kota Makassar bagian utara terdapat pelabuhan tradisional bernama Paotere. Pelabuhan tradisional ini adalah bukti peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo abad ke 14. Dari pelabuhan ini pula sekitar 200 armada Perahu Phinisi diberangkatkan menuju Malaka. Hingga saat ini Pelabuhan tradisional Paotere masih dipakai sebagai pelabuhan perahu rakyat seperti Phinisi dan Lambo dan masih berfungsi sebagai pusat niaga nelayan tradisional.
PAOTERE, MAKASSAR
BACA JUGA:



Beranjak ke tengah kota, anda dapat mengujungi Benteng Ujung Pandang atau yang sering disebut Fort Rotterdam yang juga peninggalan Kerajaan Gowa. VOC membangunnya kembali setelah mengalahkan kerajaan Gowa dan menamainya Fort Rotterdam. Saat ini Fort Rotterdam dikelola oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar, Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata dan sering digunakan untuk mengadakan pagelaran seni budaya.

Di dalam kompleks Fort Rotterdam, terdapat Museum La Galigo yang merupakan replika pusat pemerintahan kerajaan Gowa. Di dalamnya, museum La Galigo menyimpan banyak peninggalan kerajaan Gowa. Salah satu yang terkenal adalah naskah sastra yang tertulis diatas lembaran lontar sebanyak 3500 lembar berjudul I La Galigo. I La Galigo dinobatkan sebagai naskah lontar terpanjang yang pernah ada dalam sejarah Indonesia. Museum La Galigo sekarang berada dibawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
FORT ROTTERDAM

Satu lagi benteng bersejarah yang ada di kota Makasar, yaitu Benteng Somba Opu. Benteng yang dibangun mengelilingi kompleks Kerajaan Gowa dibangun pada abad ke-XV oleh Raja Gowa ke-X Tunipallangga. Benteng ini berbentuk persegi empat dengan dinding setebal 12 kaki. Di bagian Baluwara Agung inilah ditempatkan sebuah meriam terbesar yang pernah dimiliki oleh kerajaan di Indonesia pada jaman kolonial. Meriam yang dijuluki "Anak Makassar" ini berbobot 9.500 kg dengan panjang 6 meter dan berdiameter atau berkaliber 41,5 cm.
SOMBA OPU MAKASSAR

Wisata kota mengunjungi bangunan-banguna bersejarah dapat anda lanjutkan ke Masjid Al-Markaz Al-Islami. Masjid ini adalah tempat ibadah dan Pusat pengembangan Agama Islam yang terbesar dan termegah di Asia Tenggara. Al-Markaz Al-Islami memiliki lima menara dan salah satu menara menjulang hingga 87 meter. Selain masjid Al-Markaz Al-Islami, terdapat juga Masjid bergaya Arab kuno yang dibangun pada tahun 1907. Hingga sekarang masjid tersebut masih mempertahankan fungsinya yang dulu sebagai tempat ibadah.

Yang terakhir, anda dapat mengunjungi beberapa makam orang-orang yang pernah mengukir sejarah lokal maupun nasional. Makam Pangeran Diponegoro yang wafat pada tanggal 8 Januari 1855 dimakamkan di sebuah kompleks pemakaman keluarga di Jalan Diponegoro, Makassar. Selain itu, kota ini juga menyimpan Kompleks Makam Raja-raja Tallo yang dibangun sekitar abad ke-18. Di sini terdapat makam Raja Tallo ke VII, I Malingkaang Daeng Manyonri yang merupakan raja pertama yang memeluk Agama Islam.